Daftar Bimbel
Opini

Dari Ujian kekaisaran hingga Nurul Fikri: Sejarah Bimbingan Belajar di Dunia (bagian awal)

Amiruddin
24 min read · Oct 20, 2026
Dari Ujian kekaisaran hingga Nurul Fikri: Sejarah Bimbingan Belajar di Dunia (bagian awal)
Ilustrasi Bimbel Zaman Dulu
September kemarin, Bimbel Nurul Fikri merayakan miladnya yang ke-41 tahun. Usia 41 tahun menjadikan Bimbel Nurul Fikri sebagai salah satu bimbel tertua di Indonesia yang masih bertahan di masa sekarang ini.

Bicara soal bimbel tertua, mungkin sebagian dari kita akan bertanya-tanya: kapan pertama kali bimbel hadir di dunia? Apakah sejak manusia mengenal tulisan, sejak manusia mulai berhitung, ataukah bimbel sebenarnya merupakan fenomena zaman modern saja?

Berdasarkan sejarah, di balik setiap ujian besar, hampir selalu ada ruang kelas kedua (tempat yang buka setelah sekolah tutup), dipenuhi anak-anak dengan tas berat dan mata lelah, ditemani guru yang berbicara lebih pelan dan lebih sabar dari guru di sekolah mereka.

Inilah dunia bimbingan belajar, atau yang di belahan dunia lain dikenal sebagai cram school, juku, atau hagwon.

Ini adalah kisah tentang ambisi, kompetisi, dan keyakinan kolektif bahwa pendidikan adalah tiket paling andal menuju kehidupan yang lebih baik.

Tidak ada catatan sejarah mengenai bimbel tertua di dunia namun sejarawan meyakini bahwa keberadaan bimbel di dunia itu sudah ada sejak abad ke 7 Masehi di Tiongkok.

Jadi Fenomena ini bukan lahir kemarin atau fenomena zaman modern saja. Lahirnya bimbel tersebut tidak terlepas dari keberadaan ujian besar.

Pada abad ke-7 Masehi kekaisaran tiongkok secara berkala melaksanakan ujian pegawai kekaisaran (keju). Untuk memperbesar peluang kelulusan, para peserta ujian mengikuti program persiapan ujian, bagi keluarga berada mereka akan mengundang guru privat ke rumah, sedangkan bagi keluarga yang menengah akan mengikuti kelas bersama di lembaga semacam bimbel yang disebut shuyuan (书院 ).

Para pengajar di “bimbel” ini merupakan orang-orang yang sebelumnya telah lulus pada ujian tersebut. Keberadaan shuyuan terus berlangsung kurang lebih 1300 tahun (605-1905 M) ketika kekaisaran china jatuh atau selama ujian pegawai kekaisaran ada. 

Para calon pegawai negeri kekaisaran menghabiskan bertahun-tahun menghafal klasik Konfusian, sering dibantu oleh tutor privat atau bergabung dalam kelompok belajar. 

Siapa yang lulus ujian, naik derajat. Siapa yang gagal, tetap rakyat biasa.
Ilustrasi ujian kekaisaran. Image: Chloe Cushman, The Economist
Ilustrasi ujian kekaisaran. Image: Chloe Cushman, The Economist

Tidak ada bangsa yang lebih identik dengan fenomena bimbingan belajar modern melebihi Jepang.

Di sinilah model yang sekarang disalin oleh banyak negara Asia lahir dan berkembang. Kata juku (塾) dalam bahasa Jepang bukan barang baru juku sudah mulai banyak bermunculan pada era Tokugawa atau zaman Edo (1603–1867. 

Pada masa itu pendidikan masih merupakan privilege kaum bangsawan, namun kebutuhan akan orang-orang yang bisa menulis, membaca dan pandai menggunakan sempoa semakin tinggi. 

Setelah ke-shogunan Tokegawa berhasil menguasai seluruh Jepang, Jepang berada dalam periode damai setelah perang saudara berkepanjangan.

Periode damai ini menyebabkan perkembangan ekonomi yang pesat di Jepang. Para pedagang yang ingin mengembangkan bisnisnya membutuhkan tenaga terampil di bidang administrasi yang mampu melakukan pencatatan dan perhitungan dengan jumlah yang banyak. 


Ilustrasi gambar Terakoya/Shujuku, anonim
Ilustrasi gambar Terakoya/Shujuku, anonim

Pada masa itulah mulai muncul Terakoya/Shujuku suatu lembaga informal semacam kursus yang ditujukan untuk melatih rakyat jelata untuk bisa membaca, menulis, dan menggunakan sempoa. 

Lembaga Shujuku inilah yang dipercaya sebagai “leluhur” juku bimbel modern di Jepang. Keberadaan Terakoya/Shujuku ini berlangsung hingga zaman Edo berakhir dan masuk ke era Meiji. 

Ketika Jepang memasuki era Meiji (1868–1912) dan membuka diri terhadap modernisasi besar-besaran, istilah juku berevolusi. Setelah Shujuku dihilangkan dan Jepang mulai membangun sekolah formal untuk seluruh masyarakat Jepang, Juku berevolusi menjadi sekolah tutorial yang berbeda dari sekolah publik atau swasta resmi.

Dari cerita di atas dapat kita ketahui keberadaan bimbel di dunia ini bukanlah hal yang baru ada di zaman modern saja, namun sudah ada sejak zaman dahulu namun bimbel tersebut memiliki bentuk berbeda dengan bimbel di zaman modern. 

Seperti makhluk hidup, bimbel terus berevolusi untuk mempertahankan eksistensinya. Dari kelas-kelas yang hanya memberikan layanan untuk persiapan tes tertentu, menjadi kelas yang memberikan layanan untuk mempelajari keahlian tertentu yang dibutuhkan dalam pekerjaan, hingga nanti berevolusi menjadi bimbel yang ada saat ini ketika memasuki era modern. 

Perubahan ini terjadi terutama setelah perang dunia kedua. Bimbel mulai berkembang lebih pesat kembali, tidak hanya di Asia Timur namun juga di belahan dunia lain. Cerita tersebut akan kita bahas pada tulisan berikutnya. Bersambung...

Amiruddin

Ditulis oleh Amiruddin

Penulis di KabarNF

Lihat Profil